Pages

Rabu, 30 November 2011

Cara Melakukan Tune Up Mobil Sendiri

Untuk merawat mobil sendiri sebenarnya tidaklah sulit, asalkan punya kemauan untuk merawat kendaraan kita sendiri. Tidak perlu skil yang tinggi tetapi hanya mengerti sedikit akan seluk-beluk dari kendaraan kita. disini saya akan sedikit membantu anda dalam merawat kendaraan pribadi. lebih akan menghemat biaya jika dibandingkan kita pergi ke bengkel, dan saran saya jika terdapat kerusakan mesin yang parah bawalah kendaraan anda ke bengkel kepercayaan anda. berikut beberapa langkah dalam merawat sendiri kendaraan pribadi :

1. Bersihkan saringan udara
Langkah pertama dan paling mudah dilakukan adalah membersihkan saringan atau filter udara. Caranya, lepaskan peranti itu dari wadahnya, kemudian gunakan kompresor atau peranti lain yang memiliki tekanan angin tinggi.


Bila tidak ada peralatan seperti itu, Anda bisa menggunakan kuas lembut berukuran serempat. Kemudian bersihkan kotoran yang menempel pada sel-sel saluran udara tersebut.


Setelah itu, gunakan kipas angin dan tekan tombol ukuran embusan angin tertinggi. Hal itu dimaksudkan agar kotoran yang masih menempel hilang.


Kondisi kebersihan saringan udara juga turut menentukan hasil pembakaran. “Sebab udara yang kotor dan bercampur dengan bahan bakar menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, tenaga pun loyo,” terang Ade. Namun, bila peranti itu sudah sangat kotor, maka sebaiknya diganti.


2. Bersihkan busi dan ganti bila telah aus
Setelah membersihkan saringan udara, langkah selanjutnya adalah membersihkan busi. Peranti ini sangat vital bagi proses pembakaran bahan bakar dan udara di ruang bakar mesin sebagai pemantik api.


Bila telah aus, maka percikan api tidak akan terjadi. Akibatnya proses pembakaran tidak terjadi dan mobil pun mogok. “Busi yang hanya memercikkan sedikit api juga menyebabkan pembakaran tidak sempurna,” ujar Ade.


Selain membersihkan sumbu dan kepala busi dengan menyikatnya, sebaiknya tingkat kerenggangan juga diatur kembali. Untuk tingkat kerenggangan itu, sebaiknya jangan terlalu rapat dan jangan terlalu longgar.


Bila busi telah aus, sebaiknya segera diganti. Umumnya, pemakaian busi yang ideal adalah 20–25 ribu kilometer. Sebelum memasang kembali busi ke tempatnya, semprot lubang busi dengan menggunakan carbon cleaner. Hal itu dimaksudkan untuk membersihkan kerak atau sisa-sisa pembakaran di lubang tersebut.


3. Bersihkan karburator atau injektor
Secara prinsip antara karburator dan injektor mempunyai kesamaan fungsi, yaitu pemasok bahan bakar ke ruang bakar mesin.


Bila Anda memiliki waktu dan niat, sebaiknya melakukan pembersihan di karburator. Caranya buka semua mur dan baut karburator, kemudian buang sisa bahan bakar yang ada. Gunakan kuas lembut berukuran kecil untuk menghilangkan kotoran yang ada, lalu bilas bagian-bagian atau komponen yang ada di peranti itu dengan menggunakan bensin atau solar.


Setelah bersih, pasang kembali atur kerenggangan klep, pelampung, serta pastikan lubang karburator tak tersumbat.


Bila mobil Anda telah menggunakan injektor, maka lepas filter udara yang menuju ke Thtrottle Body (TB). Pada saat bersamaan, hidupkan mesin mobil dan semprotkan injector cleaner ke throttle tersebut. “Semprotkan hingga tiga perempat isi kaleng dan yang harus diingat saat menyemprot itu mesin mobil harus dihidupkan, sekitar 15 menit,” kata Ade.


Cairan carbon cleaner maupun injector cleaner banyak sekali dijual di toko-toko onderdil atau aksesoris mobil. Banyak sekali merek, kualitas, dan harga yang ditawarkan.


4. Lakukan entakan tekanan ke ruang bakar
Cara untuk melakukan entakan ini, Anda cukup menghidupkan mesin mobil. Kemudian, injak pedal gas hingga tingkat paling dalam. Lakukan cara itu empat hingga lima kali.


Bila Anda ingin mendapatkan ukuran yang pasti tentang injakan pedal gas itu, maka gunakan indikator yang ada pada mobil. Injak pedal gas hingga jarum penunjukan RPM (tingkat putaran mesin per menit) menunjukkan posisi tertinggi atau redline.


“Cara itu untuk merontokkan kerak atau kotoran di saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin sehingga proses pembakaran bisa kembali sempurna,” terang Ade.


Setelah itu, biarkan mesin tetap menyala dan dalam kondisi stationer atau tetap langsam. Bila telah berlangsung 5–10 menit, Anda bisa mematikannya dan proses tune up pun selesai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar